June 25, 2022

BPKPD – Provinsi Sulawesi Barat

Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah

Realisasi Belanja Negara Semester I di Provinsi Sulawesi Barat

0
(0)

Semester I Tahun 2021 baru saja berakhir, momentum ini dimanfaatkan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Barat untuk melihat sejauh mana kinerja pelaksanaan anggaran yang telah dicapai oleh stakeholders lingkup Provinsi Sulawesi Barat.

Saat ini Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Barat mengelola anggaran belanja APBN sebesar Rp 5,617 triliun (per tanggal 9 Juli 2021). Ini berarti ada kenaikan sebesar 13,94% bila dibandingkan dengan tahun 2020 dengan anggaran sebesar RP 4,929 triliun. Anggaran belanja ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp3,850 triiun dan belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp. 1,767 triliun.

Realisasi penyerapan belanja negara di Provinsi Sulawesi Barat sampai dengan periode 30 Juni 2021 mencapai RP 2,095 triliun atau 37,31% dari keseluruhan pagu. Capaian realisasi ini mengalami kenaikan bila dibandingkan periode yang sama bulan Juni tahun 2020 yang mencapai Rp. 1,707 triliun atau 34,63%. Untuk realisasi belanja pemerintah pusat pada semester I 2021 sebesar 40,0% mengalami kenaikan 2,35% bila dibandingkan realisasi semester I tahun 2020 yaitu sebesar 37,65%. Selain itu, untuk realisasi belanja transfer ke daerah dan dana desa semester I 2021 sebesar 31,43% juga mengalami kenaikan sebesar 1,51% bila dibandingkan realisasi semester I tahun 2020 sebesar 29,92%. Dengan capaian ini, sangat nampak peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran stakeholders lingkup Provinsi Sulawesi Barat.

Pagu terbesar Provinsi Sulawesi Barat tahun ini dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total pagu sebesar Rp1,495 triliun dengan realisasi mencapai Rp605 miliar atau sebesar 40,47% untuk 12 satuan kerja. SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Ws.Kaluku-Karama, Ws.Palu-Lariang Provinsi Sulawesi Barat merupakan satuan kerja dengan realisasi tertinggi se-Sulawesi Barat dengan total realisasi sebesar 90,64% atau Rp167,35 miliar dari pagu sebesar Rp184,64 miliar.

Penilaian kinerja pelaksanaan anggaran tidak hanya dilihat dari realisasi namun juga dari beberapa aspek; antara lain efektivitas pelaksanaan anggaran, kesesuaian terhadap perencanaan, kepatuhan terhadap regulasi dan efisiensi pelaksanaan anggaran. Nilai kinerja pelaksanaan anggaran di Sulawesi Barat saat ini baru mencapai 84,8 dari 100 dan masih belum mencapai targetkan yang sebesar 89. Namun penilaian ini masih akan berubah seiring dengan pelaporan yang disampaikan oleh satuan kerja.

Pada semester II tahun 2021 ini masih akan diwarnai dengan refocussing dan realokasi belanja untuk memenuhi kebutuhan penanganan kesehatan, perlindungan sosial dan penangan dampak Covid-19 lainnya. Secara nasional sekitar Rp26,2 triliun belanja negara yang akan direalokasi untuk penanganan tersebut. Anggaran belanja ini bersumber dari belanja barang dan belanja modal serta diutamakan dari belanja non operasional seperti honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, serta kegiatan lainnya yang tidak mendesak/dapat ditunda/dibatalkan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Please follow and like us:
bpkpd@sulbarprov.go.id
YouTube
bpkpdsulbar
Telegram
WhatsApp